Scholar Repository

Judul UP Vijay Akbar_21107139_4.Ak.4

Title
Judul UP Vijay Akbar_21107139_4.Ak.4
Author
Vijay Akbar
Details
[justify][b]PERANAN AUDIT INTERNAL DAN WHISTLEBLOWER DALAM MEMBANTU AUDITOR INVESTIGATIF DALAM UPAYA MENGUNGKAP KECURANGAN (FRAUD) [/b][/justify] [justify]Peranan Audit Internal Dalam Mengungkap Kecurangan (Fraud) (Studi kasus pada Kantor PT. Bank Jabar Banten Cabang Utama, Bandung) [/justify] [justify]Audit internal merupakan fungsi penilaian yang dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan. Penilaian tersebut meliputi seluruh aktivitas perusahaan termasuk penilaian terhadap struktur organisasi, rencana-rencana, kebijakan, prestasi pegawai, dan ketaatan terhadap prosedur. Audit intenal sangat dibutuhkan bagi organisasi atau perusahaan baik yang bergerak di bidang produksi maupun jasa. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan data yang mendukung dalam penelitian baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan audit internal telah dilaksanakan secara memadai, dan apakah pelaksanaan audit internal dapat berperan dalam pencegahan kecurangan di Kantor Cabang Utama PT. Bank Jabar Banten Data yang diperlukan diperoleh melalui wawancara, penyebaran kuesioner dan berbagai literatur yang relevan dengan masalah penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, dimana data dan informasi yang diperoleh selama penelitian akan diolah, diproses dan dianalisis dengan menggunakan teori-teori yang relevan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan audit internal di Kantor Cabang Utama PT. Bank Jabar Banten sudah memadai sehingga pencegahan fraud yang dilakukan tinggi. Hal ini terlihat dari total skor untuk variabel X yaitu peranan audit internal sebesar 954, yaitu berada pada nilai 882,4-1050,4 yang berarti termasuk pada kriteria sangat memadai. Sedangkan total skor untuk variabel Y adalah 600, yaitu berada pada nilai 546,4-650,4 dan termasuk pada kriteria pencegahan fraud yang sangat tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa audit internal bermanfaat dalam pencegahan serta mengungkap kecurangan (Fraud). Untuk mencegah terjadinya fraud pada perusahaan, penulis mengajukan saran bahwa audit internal hendaknya terus-menerus meninjau dan melakukan tindak lanjut audit untuk memastikan apakah tindakan perbaikan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam audit sudah dilaksanakan oleh manajemen, audit internal hendaknya memahami dan mengerti kegiatan auditee, dalam hal mengevaluasi sistem pengendalian intern, sehingga kegiatan auditee dapat dimaksimalkan, dan kecurangan dapat dihindarkan, serta kinerja auditor internal PT. Bank Jabar Banten hendaknya terus ditingkatkan agar dapat mengetahui dan menghindari terjadinya kecurangan.[/justify] Kata Kunci: Audit Internal dan Kecurangan (Fraud) Peranan Whistleblower dalam membantu auditor investigatif dalam upaya mengungkap kecurangan (fraud) (Studi kasus pada kantor PT . Bank Danamon Indonesia) [justify]Kecurangan (fraud) secara umum merupakan suatu perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh orang-orang dari dalam atau luar organisasi, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok yang secara langsung merugikan pihak yang lain. Belakangan ini, banyak sekali manajemen perusahaan mengkhawatirkan timbulnya kecurangan (fraud) di lingkungan perusahaannya. Untuk mengatasi atau mengungkap suatu fraud, perlu adanya tindakan preventif dari seorang auditor. Namun kenyataannya, banyak sekali para auditor yang menangani permasalahan tersebut mengalami kendala-kendala yang menyulitkan. Tidak mudah menangkap seorang koruptor, banyak yang disangka melakukan tindak pidana korupsi tetapi putusan hukum menyatakan bersalah. Namun dalam beberapa kasus telah ditemukan seorang yang mampu mengungkap hal kecurangan (fraud), yaitu Whistleblower atau seorang pengungkap skandal. Whistleblower adalah istilah bagi karyawan, mantan karyawan atau pekerja, anggota dari suatu institusi atau organisasi yang melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar ketentuan kepada pihak yang berwenang. Maksud dari penelitian ini adalah untuk medapatkan informasi dan data yang mendukung dalam penelitian baik secara metode penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan eksploratif. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana seorang Whistleblower dapat membantu auditor investigatif untuk mengungkap suatu kecurangn (fraud). Data yang diperlukan merupakan data yang diperoleh dari pihak kepolisian mengenail laporan polisi dan penelitian di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode eksploratif yang dimana penelitian ini bertujuan untuk menemukan masalah-masalah baru. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa seorang whistleblower mampu membantu auditor investigatif dalam mengungkap sebuah kecurangan dalam sebuah kasus PT Danamon, bahwa tedapat informasi dari seorang nasabah PT Danamon yang mengadu (saksi pelapor) kepada pihak kepolisian tanggal 11 November 2007 tentang terjadinya suatu kecurangan dalam kerugian yang dialami oleh seorang Dirut PT Danamon dalam melakukan pencatatan fiktif. Akibat dari tindakan tersebut, nasabah yang namanya tidak tercantum dalam laporan yang diberikan ke BI otomatis tidak akan mendapatkan perlindungan hukum dan jaminan bila perusahaan mengalami kerugian. Dengan demikian dengan adanya seorang seorang pengungkap skandal (Whistleblower) dapat membantu pihak yang menangani permasalahan atau investigatif auditor dalam mengungkap sebuah kecurangan (fraud). Mengingat Whistleblower bukanlah salah satu cara dalam mengungkap kecurangan, namun pelaksanaan audit yang efektif seharusnya benar-benar dpat mengungkapkan sebuah kecurangan yang terjadi di perusahaan.[/justify] Kata Kunci : Whistleblower dan Kecurangan (Fraud) Terimakasih, bu...
Modified
Wed, 13 Oct 2010 03:00:17 GMT
Author Comment
surtikanti,S.E., M.Si